Klik roda pemintal di tengah halaman
Perhatikan roda panggangan berputar melalui 16 gaya burger legendaris
Roda melambat dan mendarat pada gaya burger acak
Kartu burger mengungkapkan kategori gaya, asal, dan fakta sejarah yang menakjubkan
Klik 'Ayo Makan!' untuk menyingkirkan dan memutar lagi
16 gaya burger legendaris mencakup 7 kategori: Amerika, Mewah, Nabati, Fusion, Australia, Mediterania, dan Vegetarian
Wilayah asal diungkap untuk setiap burger — dari Wichita, Kansas hingga Jalisco, Meksiko hingga Yunani
Fakta sejarah kaya untuk setiap burger mengungkapkan kisah mengejutkan dari sejarah makanan
Diwarnai berdasarkan kategori gaya burger untuk identifikasi mudah
Desain bertema panggangan arang gelap dengan aksen oranye dan amber menyala
Roda Pemintal Gaya Burger adalah alat makanan interaktif yang secara acak memilih salah satu dari 16 gaya burger ikonik dari seluruh dunia. Mulai dari asal-usul cheeseburger di Pasadena dan burger bawang era Depresi di Oklahoma, hingga terobosan ilmiah senilai $200 juta dari Impossible Burger dan burger birria viral yang membuat Instagram merah dengan roti yang dicelup kuah, setiap putaran mengungkapkan kategori gaya burger, asal, dan sepotong sejarah kuliner yang menarik. Sempurna untuk pencinta makanan yang tidak dapat memutuskan apa yang akan dipanggang, penggemar burger yang menjelajahi gaya global, dan siapa pun yang penasaran dengan kisah mengejutkan di balik makanan favorit mereka.
Roda ini mencakup Classic Cheeseburger, Smash Burger, Wagyu Burger, Slider, Birria Burger, Impossible Burger, Korean BBQ Burger, Juicy Lucy, Aussie Burger, Truffle Burger, Steakhouse Burger, Black Bean Burger, Surf & Turf Burger, Oklahoma Onion Burger, Bánh Mì Burger, dan Greek Lamb Burger.
Lionel Sternberger paling banyak diakui menemukan cheeseburger sekitar tahun 1924–1926 di toko sandwich ayahnya, 'The Rite Spot' di Pasadena, California, dengan bereksperimen menambahkan sepotong keju Amerika pada hamburger. Namun, sebuah kedai di Denver, Colorado juga mengajukan merek dagang 'cheeseburger' pada tahun 1935. Perdebatan terus berlanjut, tetapi kisah asal usul Pasadena adalah yang paling sering dikutip. Saat ini, orang Amerika mengonsumsi sekitar 50 miliar burger per tahun — sekitar 3 per orang per minggu.
Perbedaannya adalah reaksi Maillard — proses kimia yang terjadi ketika protein dan gula menjadi kecoklatan pada panas tinggi, menciptakan ratusan senyawa rasa baru. Ketika Anda menekan daging sapi mentah dengan kuat ke atas panggangan yang sangat panas, Anda secara dramatis memaksimalkan area kontak antara daging dan logam, menciptakan kerak yang sangat renyah dan berenda yang tidak dapat dikembangkan oleh daging burger gaya pub yang tebal. Teknik ini telah ada sejak kedai-kedai Amerika tahun 1950-an tetapi menjadi populer ketika Smashburger diluncurkan pada tahun 2007 dan jaringan seperti Shake Shack mempopulerkannya secara nasional.
Juicy Lucy adalah burger Minneapolis dengan keju yang diselipkan di dalam daging burger mentah sebelum dimasak, menciptakan inti keju leleh. Baik Matt's Bar maupun 5-8 Club mengklaim telah menemukannya pada tahun 1954. Persaingan ini merupakan sumber kebanggaan lokal yang kuat — Matt's Bar mengejanya 'Jucy Lucy' (tanpa 'i') sementara 5-8 Club menggunakan 'Juicy Lucy.' Presiden Obama mengunjungi Matt's Bar pada tahun 2014. Peringatan lokal untuk semua pengunjung pertama kali adalah selalu menunggu sebelum menggigit — keju di dalam mencapai 165°F+ dan akan membakar mulut Anda jika Anda memakannya segera.
Bahan utamanya adalah heme — khususnya leghemoglobin kedelai, molekul yang mengandung zat besi yang ditemukan di akar tanaman kedelai yang sangat mirip dengan mioglobin dalam otot hewan. Heme adalah yang memberikan rasa khas berdarah, metalik, dan kaya zat besi pada daging asli. Pendiri Impossible Foods, Pat Brown (seorang ahli biokimia Stanford) mengidentifikasi heme sebagai molekul yang membuat daging terasa seperti daging setelah bertahun-tahun penelitian. Burger ini juga menggunakan minyak kelapa dan minyak bunga matahari untuk lemak, protein kentang untuk mengikat, dan metilselulosa untuk mensimulasikan perubahan tekstur saat daging sapi dimasak.